Bangunan Bersejarah Hotel Surabaya

Didirikan sekitar tahun 1884 kompleks bangunan Hotel Surabaya ini  dibangun secara bertahap, dimana pada awalnya terdiri dari fungsi rumah tinggal dan hotel. Bangunan ini terletak di dekat lokasi setasiun kereta api yaitu tepatnya di Jl. Kebon Jati no : 7173-75, yang ternyata juga dibangun pada waktu yang bersamaan dengan stasiun Bandung. Pada tahun 1900, bangunan inipun disewakan pada orang lain, yang kemudian mengubah seluruh bangunan menjadi sebuah hotel (penginapan). Lalu pada tahun 1960, bangunan kembali ke tangan pemilk asalnya dan pengelolaannya dilakukan oleh pemilik tersebut.

Bangunan Hotel Surabaya ini memiliki gaya yang sangat unik dan antik,  yang tidak ada duanya di Kota Bandung. Hampir tidak ada jendela yang memiliki bentuk yang sama. Bangunan bundar yang terletak di samping depan bangunan utama, dibuat dengan menggunakan ubin lantai dan sebagian dinding dari keramik yang khusus didatangkan dari negeri Belanda dengan corak Belanda. Bangunan ini merupakan contoh bangunan penginapan awal di kota Bandung, dimana daerah toilet dan kamar mandinya masih bersatu. Bangunan ini pernah dijuluki sebutan Gedung Biru, karena pada saat itu seluruh cat kosen pintu dan jendela, maupun dinding menggunakan warna biru.

Ada cerita yang menarik saat dilakukan restorasi pada bangunan ini. Saat dinding menara yang terdapat pada bangunan ini dikelupas, ternyata muncul motif art nouveau yang sangat indah dan antik, ternyata motif ini tertutup karena renovasi yang dilakukan oleh pihak kontraktor sebelumnya.  Sekarang motif ini akan dimunculkan kembali, namun sangat disayangkan motif ini sudah agak pudar (karena ditutup oleh cat sebelumnya) tapi motif ini akan digambar ulang dan akan dimunculkan kembali oleh para Ahli Arsitek.