Artikel curug-malela-bandung-barat

Published on April 10th, 2012 | by dykyjaka

0

Wisata Curug (Air Terjun) di Bandung

Kota Bandung yang dikelilingi oleh pegunungan ini mempunyai  banyak sekali objek wisata. Salah satunya adalah objek wisata Curug. Curug dalam Bahasa Sunda mempunyai  arti AIR TERJUN . Setiap musim liburan tiba banyak wisatawan dari dalam maupun dari luar kota Bandung yang berdatangan ke objek wisata curug ini. Masih bisa kita temukan beberapa curug yang letaknya dipelosok daerah dan jauh dari hiruk pikuk kota, keindahan dan keaslian lingkungan sekitar curug nya  masih terjaga dengan baik. Air nya yang jernih dan dingin langsung turun dari mata air pegunungan, tanpa terkontaminasi limbah-limbah dan sampah yang selalu menjadi persoalan dari semua masalah lingkungan. Berikut ini adalah curug-curug yang direkomendasikan oleh kami untuk anda kunjungi  bersama teman-teman maupun keluarga. Good read fellas…

CURUG MALELA

Dijuluki dengan istilah Niagara Mini di ujung barat Bandung, Curug Malela yang memiliki lebar 70 meter dengan ketinggian 60 meter ini menghadirkan keindahan yang pasti akan menghilangkan rasa lelah selama perjalanan menuju curug. Curug Malela terletak di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Untuk menuju curug tersebut memerlukan perjuangan yang tidak mudah dan cukup berat.  Anda harus menempuh waktu perjalanan sekitar 3 jam hingga memasuki Perkebunan Montaya, di ketinggian 1000 mdpl. Curug Malela itu sendiri diambil dari nama Prabu Taji Malela, beliau adalah tokoh masyarakat sekitar yang makamnya bisa ditemui di atas tebing sebelah kanan curug.

CURUG DAGO

Terletak di ketinggian sekitar  800 m di atas permukaan laut, Curug Dago ini masuk dalam kawasan Taman Hutan Raya (THR) Djuanda. Curug Dago ini berada di daerah Kampung Curug Dago, Kecamatan Cidadap Bandung dan menjadi objek wisata yang paling jarang dikunjungi karena mungkin yang terletak dekat pusat keramaian jalan Dago, walhasil menjadikan para wisatawan lebih tertarik berkunjung ke mall ataupun ke tempat wisata fashion seperti Factor Outlet. Tak jauh dari lokasi air terjun, terdapat dua prasasti batu tulis peninggalan sekitar tahun 1818. Menurut para ahli sejarah, kedua prasasti tersebut konon merupakan peninggalan Raja Rama V (Raja Chulalonkorn) dan Raja Rama VII (Pradjathipok Pharaminthara) yang pernah berkunjung ke Curug Dago. Oleh karena itu sejarah curug Dago pun terkenal karena menyimpan jejak sejarah bagi Kerajaan Thailand.

 CURUG PANGANTEN

Berada di ketinggian 1050 m dpl dan memilki ketinggian terjunan air sekitar 50 meter, Curug Panganten ini berada di wilayah wisata alam katumiri. Tepatnya  berada di Jalan Raya Cihanjuang KM 5,56. Menurut kepercayaan masyarakat sekitar curug dulunya ada sepasang penganten mati bunuh diri dengan terjun dari atas curug lalu ada versi  lain menyabutkan bahwa keduanya hanyut oleh arus curug yang deras,   itulah cikal bakal yang membuat curug ini berganti nama dari Curug Manglayang menjadi Curug Panganten.

 CURUG CINULANG

Curug Cinulang terletak di perbatasan antara Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Walaupun terletak di antara kedua kabupaten tersebut, tetapi secara administratif Curug Cinulang berada di Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Menuju lokasi wisata curug cinulang ini relatif mudah karena dapat melalui jalan tol Cipularang. Setelah melewati pintu tol Cileunyi diteruskan melalui jalan Bandung-Garut. Di pintu gerbang wisata Curug Cinulang anda akan diminta bayaran oleh petugas setempat sebesar Rp. 2000,00 dan apabila membawa kendaraan ditambah biaya lagi sebesar Rp1.000,00 per kendaraan. Namun bagi yang membawa kendaraan bermotor, setelah sampai di areal parkir, ada petugas lagi yang meminta jasa parkir sebesar Rp2.000,00 per kendaraan. Di lokasi curug anda akan menemukan dua air buah terjun yang ketinggiannya hampir sama 50 m.  Air terjun yang pertama adalah air terjun ‘utama’ yang aliran airnya deras didampingi air terjun alin yang merupakan pecahannya dengan debit air yang lebih kecil.  Sedangkan, air terjun kedua berjarak 30 m ke arah barat dan mengalir dari dinding tebing yang berada di selatan.  Air terjun kedua ini tidaklah sebesar dan sederas air terjun pertama dengan ketinggian yang lebih sedikit lebih rendah sekitar 15 m. Sungguh indah bukan? Maka dari itu keindahan panorama Curug Cinulang ini pernah diabadikan dalam sebuah lagu pop Sunda yang berjudul “Curug Cinulang” karya Yayan Djatnika. (DJ) image: google


About the Author



Back to Top ↑
  • pasang foto bandung

    pesan online aja
    daftar apartemen gratis
    daftar tayang bioskop bandung


  • Video Channel